Minggu, 07 April 2013

Konseling dan Psikoterapi




Konseling


Konseling merupakan bentuk aplikasi kesehatan mental, prinsip-prinsip psikologis atau perkembangan manusia melalui intervensi kognitif, afektif, perilaku atau sistemik; strategi untuk menangani kesejahteraan, pertumbuhan pribadi, atau perkembangan karier serta kelainan (www.counseling.org,). Konseling dilakukan terhadap orang yang dianggap sehat dan memiliki masalah serius. Konseling dilakukan berdasarkan teori-teori psikologis, seperti psikoanalisis, humanis, atau behavioristik.  Konseling itu sendiri merupakan proses pengembangan atau intervensi terhadap individu.



Tujuan konseling adalah 
  • memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya
  • mengarahkan potensi untuk dapat lebih mengoptimalkan diri
  • mampu memecahkan sendiri masalah yang sedang dihadapinya
  • melakukan penyesuaian diri secara lebih efektif dan bertujuan memperoleh kebahagian hidup
  • mencapai aktualisasi diri
  • menghindar dari masalah kecemasan
Dari sisi konselor, konseling bertujuan untuk membantu klien mengatasi masalah dan dapat mengembangkan diri secara optimal

Konseling umunya diterapkan pada bidang
  • vokasi (pekerjaan & jabatan)
  • kesehatan
  • keagamaan
  • pekerjaan sosial
  • pendidikan

Psikoterapi

Psikoterapi berawal dari upaya penyembuhan pasien yang menderita gangguan jiwa. Awalnya psikoterapi bersifat mistis karena gangguan jiwa dianggap sebagaimana kerasukan atau hadirnya roh jahat dalam diri seseorang. Penangan terhadap pasien gangguan jiwa pun dilakukan secara tidak manusiawi, diantaranya memasung, memukul, dsb. Phillipe Pinel kemudian mengawali pendekatan yang lebih manusiawi. Berlanjut oleh Aston & Mesmer yang menggunakan tekhnik hipnotis dan sugesti. Kemudian Paul Dubois menggunakan tekhnik yang berbeda yaitu penangan gangguan melalui obrolan "speech technique". Tokoh lainnya adalah Joseph Breur dan Sigmund Freud yang menggunakan tekhnik hipnotis untuk menyembuhkan histeria dan mengambangkan psikoanalisis.

Psikoterapi bertujuan untuk 
  • memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal benar
  • mengurangi tekanan emosional 
  • mengembangkan potensi klien
  • mengubah kebiasaan
  • memodifikasi struktur kognitif
  • memperoleh pengetahuan tentang diri
  • mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan hubungan interpersonal
  • meningkatkan kemampuan interpersonal
  • meningkatkan kemampuan mengambil keputusan
  • mengubah kondisi fisik
  • mengubah kesadaran diri
  • mengubah lingkungan sosial
Dari sisi terapis, psikoterapi ditujukan dalam upaya memperbaiki kerusakan fungsi-fungsi fisiologis yang dialami klien, menghilangkan gejala-gejalan dalam gangguan psikologis, mediasi pola perilaku yang mengganggu, mempromosikan kepribadian positif, merubah kondisi psikologis klien ke arah yang lebih positif. 

Psikoterapi dapat diperoleh di rumah sakit, klinik, maupun praktek pribadi oleh terapis. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar